Pedoman Kementan memulai penyiapan benih dari asal penangkar, keseragaman, kesehatan, dan pencatatan.
Mulai dari asal benih
Dalam SOP yang disusun Kementan berdasarkan pengalaman di Nganjuk pada 2006, penyiapan benih dimulai dengan memilih benih bermutu dari penangkar terdaftar. Tujuannya memperoleh umbi yang seragam, sehat, dan mampu tumbuh baik.
Bila membeli benih, tanyakan varietas, asal penangkar, dan riwayat penyimpanannya. Penampilan umbi saja tidak cukup untuk memastikan nama varietas.
Periksa sebelum tanam
SOP meminta benih diperiksa dari kotoran dan tanda hama atau penyakit. Dokumen itu juga menyediakan format catatan berisi tanggal, kondisi awal, jumlah, dan sumber benih. Catatan seperti ini memudahkan penelusuran jika pertumbuhan tanaman tidak seragam.
Rincian teknis di SOP berasal dari Nganjuk. Kondisi lahan dan benih di Tegalsiwalan perlu dibicarakan dengan penangkar atau penyuluh setempat sebelum diterapkan.
Sumber
Ditjen Hortikultura — SOP budidaya bawang merah Kabupaten Nganjuk, 2006, bagian III


