Probolinggo, Jawa TimurTegalsiwalanDesa · Artikel · Cerita · GaleriData, cerita, dan galeri bawang

Dua cara menyimpan benih yang tercatat di Tegalsiwalan

Desa Tegalsiwalan

Foto bawang asal Brebes · Mufid Majnun / Unsplash · foto referensi komoditas
Kembali ke pustaka

Arsip Ditjen Hortikultura menyebut Sutipan dan Muhasan dengan cara pengeringan benih yang berbeda.

Loteng rumah dan bara tungku

Laporan kunjungan Ditjen Hortikultura ke gudang perbenihan Probolinggo mencatat cara Sutipan, mitra BB 99 di Desa Tegalsiwalan, menaruh benih di loteng rumah agar terkena panas matahari. Laporan itu menyebut masa pengeringan sekitar 60 hari.

Dalam laporan yang sama, Muhasan memakai asap dari bara tungku untuk mengeringkan benih dengan lama waktu serupa. Ia juga disebut sebagai penangkar yang berdomisili di desa ini.

Catatan lama, bukan petunjuk hari ini

Halaman sumber memiliki tanggal unggah lebih baru, tetapi isinya membahas persediaan hingga Maret 2016. Cara yang dicatat menggambarkan praktik saat kunjungan itu, bukan bukti bahwa cara tersebut masih dipakai sekarang.

Kondisi ruang simpan, kesehatan benih, dan tujuan pemakaian menentukan penanganan yang sesuai. Untuk praktik saat ini, tanyakan kepada penangkar atau penyuluh setempat.

Sumber

Ditjen Hortikultura — kunjungan gudang perbenihan Probolinggo

Lanjutkan membaca

Temukan sudut pandang lainnya