Sebuah arsip Kementan mencatat cara Sutipan, mitra perbenihan di Desa Tegalsiwalan, mengeringkan benih dengan panas matahari.
Catatan kunjungan lama. Saat rombongan Ditjen Hortikultura mendatangi gudang perbenihan di Probolinggo, laporan mereka menuliskan cara Sutipan menangani benih. Ia disebut sebagai mitra BB 99 di Desa Tegalsiwalan.
Loteng sebagai tempat pengeringan
Menurut laporan itu, Sutipan meletakkan bawang merah di loteng rumah dan mengandalkan panas matahari. Setelah sekitar 60 hari, umbi disebut siap dipakai sebagai benih. Ini rincian praktik yang dilaporkan saat itu, bukan anjuran waktu simpan untuk semua varietas dan kondisi.
Laporan tersebut membahas persediaan hingga Maret 2016. Jika ingin mengetahui cara penangkaran yang dipakai di desa sekarang, diperlukan kunjungan dan wawancara baru. Sumber cerita ini ialah arsip Ditjen Hortikultura.
Foto sampul menunjukkan lahan bawang merah di Nganjuk, bukan tempat Sutipan. Foto: Helmi Ansori / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.




