Dua kelompok tani di Sumberbulu ikut dalam rencana pendampingan Fakultas Pertanian UB yang dimulai dari mendengar masalah petani.
Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan. Pada Mei 2025, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya memulai pendampingan bawang merah bersama kelompok Tani Sumber Makmur 1 dan Sumber Makmur 2. Pertemuan awal dipakai untuk memetakan persoalan yang mereka hadapi di lahan.
Menurut laporan Ketik.com, program dirancang dalam tiga pertemuan. Setelah diskusi dengan petani, agenda berikutnya ialah pengenalan agens hayati untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman dan pelatihan membuat kompos dari limbah pertanian. Laporan tersebut menjelaskan rencana kegiatan, bukan hasil panen atau bukti bahwa seluruh tahap sudah selesai.
Baca laporan Ketik.com. Foto sampul hanya ilustrasi petani bawang di Kulon Progo. Foto: Arief1802 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.




